Senin, 01 April 2013

PENGALAMAN PERTAMA IKUT PERLOMBAAN FREEDIVING

PENGALAMAN PERTAMA IKUT PERLOMBAAN FREEDIVING DI KUALA LUMPUR

Saya diberitahukan oleh teman saya dari Malaysia bahwa Indonesia akan mendapatkan jatah 3 orang saja, dimana pertandingan akan diadakan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 23 Maret 2013 ini... Berimaginasi sebentar, sepertinya seru nih kalau ikutan... langsung saja saya ajukan untuk ikut dan peserta indonesia yang lainnya yaitu Bayu dan Jason tentunya.

Dengan perjalanan waktu yang cepat tibalah saatnya saya dan teman teman mempersiapkan diri mulai tempat penginapan, tiket pesawat terbang, pemberat leher, biaya pendaftaran, dokumen pasport, surat keterangan dokter dan lain lain.
Kami bertiga dengan ditemani oleh satu orang wanita cantik dan heboh sehingga perjalanan ke Kuala Lumpur menjadi tidak melelahkan dan membosankan.
Setibanya di LCCT Kuala Lumpur, teman saya (Bayu) sudah sampai duluan dan lalu kami berempat dijemput oleh teman kami yaiut Azam. Dari LCCT , kami diantar dahulu ke tempat tinggal Azam kemudian setelah itu menuju ke TKP (kolam renang PJ Palm pool Kuala Lumpur).

Ini dia tempat penginapan kami yang bersih dan nyamaan... :)



Di Kolam, kami diwajibkan untuk mendaftarkan dahulu dan menyerahkan surat keterangan dokter ke panitia dan juga membayar biaya pendafaran.
Setelah selesai melakukan pendafataran kami berkenalan dengan para panitia disana, freediver yang ikut kompetisi juga dan akhirnya kami bisa menemui guru kami dan juga juri saat pertandingan nanti yaitu Richard dan Sarah. Total peserta sebanyak 11 orang dengan total hadiah sebanyak 6 hadiah (Monofin dan Bifin carbon). 
Pada akhirnya mulailah teknikal meeting yang dijelaskan oleh juri hal hal peraturan dalam pertandingan mulai area warming up, area pertandingan, waktu, safety freediver, medical doctor, dokumentasi sampai aturan hukuman bagi freediver yang melanggar aturan yang sudah ditentukan oleh AIDA International.

Inilah beberapa peserta yang tertangkap kamera termasuk juri dari kiri ke kanan : Jason (Indonesia), Sarah (AIDA Judge), Richard (AIDA Judge), Bayu (Indonesia0, Walter (USA) dan Radzi (Malaysia)

Seru sekali mengingatkan kembali saya sewaktu mengikuti kompetisi renang tingkat international ke Singapore dan Bombay.
Dalam freediving, kami diwajibkan mengisi waktu dan jarak yang diinginkan untuk masing masing jenis yang dipertandingan, sehingga dari hasil tersebut bisa ditentukan siapa yang mulai duluan dan siapa yang paling terakhir untuk ikut pertandingan  ini.

Ini dia foto foto 11 peserta dari manca negara termasuk AIDA judge juga disini :

Bayu, AJ dan JJ 
Susan (Norwegia)


Radzi (Malaysia)
Walter (USA)


Teo Kim Seng (Malaysia)
Jade (Canada)

Azam (Malaysia)
JP (Belgia)


Andrrea (Italia)
AIDA Judge dan Indonesian Freediver

Lumayan membingungkan pada awalnya tapi secara keseluruhan bisa dipahami sedikit demi sedikit dan banyak bertanya ke tetangganya alias sesama freediver. Peserta yang baru pertama kali ikut kompetisi cuma ada 4 freediver yaitu 3 freediver dari Indonesia dan 1 freediver wanita dari Malaysia yaitu Radzi. Selain itu mereka freediver, instrukur freediver pula yang sering ikut kompetisi baik di kompetisi kejuaraan dunia freediving maupun yang cuma nasional ajah.

Kompetisi pertama pada tanggal 23 Maret 2013 dimulai terlebih dahulu adalah kompetisi DYN (Dynamic with Fin) dan DNF (Dynamic no Fin).
Setibanya di kolam mereka para freediver sudah melakukan relaksasi , sedangkan kami bertiga sibuknya foto foto lari kesana ke mari hahaha... dasar Indonesian Freediver lebih fokus foto foto daripada kompetisi. Tujuannya sih supaya gak tegang kebawa suasana kompetisi, dan pastinya sih setelah foto sana sini yaaah .. baru deh melakukan peregangan otot, relaksasi dan lain lain deh termasuk pake sunblock hehehe.. takut item soalnya aku dapat waktu siang hari.
Mulailah siang hari giliran saya diumumkan untuk melakukan pemanasan dan terjunlah ke kolam yang panas teriknya yang minta ampun. Saya ditanya oleh salah satu safety freediver, mau pemanasan apa nih.. hehehe.. saya cuma ngomong, nanti dulu yah saya mau coba kolamnya dulu setelah itu baru static 1 kali ajah. Safety freedivernya cuma senyum dan bingung sedangkan freediver yang lain pemanasan static 3 sampai dengan 4 kali... hahaha... Maklum kebiasaan saya tuh cukup static satu kali sudah kalau kebanyakan static bisa stress nantinya, menurut saya sih. Ya kembali lagi ke orang masing masing sih.
Waktunya performance.... eng ing eng... tunggu tanda dari juri kalau waktu tinggal 5 detik lalu siap tarik napas lalu bleees masuk dalam air dengan menggunakan gaya dolphin tapi finnya pake bifin hehehe... setelah sampai 50 meter so far so good laah balik badan menuju 100 meter nih... pd saat penyelaman tak terasa badan naik ke permukaan sehingga pada saat saya berhenti di 78 meter, juri memberi kartu warna kuning buat saya. Sehingga saya mendapatkan penalty potong point sebanyak 5 point. Wah wah... pengalaman yang luar biasa deh. Setelah itu saya tersenyum untuk potongan penalty tidak sebanyak seperti teman saya yaitu Bayu hahahaha... sorry pak Bayu.
Dan setelah selesai kompetisi Dyniamic with fin lalu dilanjutkan dengan Dynamic no fin.
Seperti biasa lah.. panggilan warming up time buat saya sudah tiba lalu saya terjun untuk melakukan warming up dengan melakukan 1 kali static saja cukup dan tunggu giliran saya untuk maju.
Tibalah saatnya saya masuk ke area pertandingan dan menunggu tanda dari Juri menghitung dari 5, 4, 3 lalu saya siap tarik napas dan bluuur masuk ke dalam air. Kerugian pertama saya sewaktu setengah kolam sekitar 25 meter, masker sebelah kanan saya kemasukan air ... weleh bikin ilang konsentrasiii nih, bener ajah pas balik menyentuh 50 meter , badan saya terasa naik kepermukaan dan langsunglah saya berhenti di 66 meter dan setelah menunggu keputusan juri ternyata saya dapat kartu merah. Hahaha...  pengalaman lagi bertambah nih... lengkaplah kartu yang diberikan juri, pertama kuning, kedua merah dan pastinya yang ketinga putih dooong... supaya lengkap warna warni getoo deh.

Setelah selesai kompetisi yaah tentunya tidak kelupaan makan makanlaah.... tidak usah diceritain yah hehehe.. :)

Kompetisi berikutnya pada tanggal 24 Maret 2013 hanya satu yaitu STA (Static Apnea).
Nah pada tanggal ini perasaan saya kurang enak termasuk snewen dan lain lain deh.
Dan saya kebagian nomer urut ke 4 dan dalam kompetisi ini, melakukan static apnea nya berbaringan alias dua freediver sekaligus. jadi saya masuk urutan ke dua deh...
Tiba saatnya saya dipanggil untuk melakukan pemanasan, dan seperti biasa saya melakukan static apnea cuma 1 kali saja yang dibantu sebagai buddy yaitu Nora. Ternyata hasil pemanasan static saya kurang bagus dan kepala saya mulai agak pusing seperti terasa di leher belakang sakit seolah olah tekanan darah saya naik sehingg kepala sakit. Lalu tunggulah sampai nama saya dipanggil untuk masuk ke area pertandingan bila kepala saya masih sakit ya , saya tidak akan melakukan static maksimal cukup 2 menit saja.
Tiba lah saat nya giliran saya dan ternyata sakit kepalaku masih terasa dan saya putuskan dalam hati untuk melakukan static cukup 2 menitan lebih saja. Sehingga Juri dan juga Instruktur freedive Richard tanya ke saya kenapa dan saya kasih taunya lagi sakit kepala... Karena static apnea terkahir saya sebelum ke malaysia itu 3:46 menit.  Dan akhirnya lengkap lah sudah kartu yang dikeluarkan oleh juri yaitu WHITE CARD... horeee... lengakp ada merah, kuning dan puttiiiih... hehehe... :)
Dan untuk mendapatkan point banyak para peserta bisa kejar di static ini sehingga ada 3 peserta yang mendapatkan kartu merah diantaranya karena gejala blackout, dan melanggar aturan yang sudah ditentukan oleh AIDA rule dalam kompetisi.

Saya upload yang cuplikan bertanding saja yah. ini link nya :

Cuplikan Saat Kompetisi di Kuala Lumpur .... Oiya maap yaak mau kasih tau itu kepala aku saat buka link ini... seperti udah jago dan master yaah padahal belum hehehehe.... :)

Untuk yang kita pesan sesuai dengan permintaan nanti akan diupload menyusul yaitu performance kita saat bertanding di kuala lumpur.




Senin, 28 Januari 2013

PENGALAMAN PRIBADI MENGENAL SELAM BEBAS (FREEDIVING)

Atas beberapa permintaan teman yang ingin tahu mengenai asal mulainya saya aktif di kegiatan freediving, maka saya mencoba merangkum perjalanan saya mengenal selam bebas (Freediving).


PENGALAMAN PRIBADI MENGENAL FREEDIVING (SELAM BEBAS)

Saya petama kali mencoba belajar freediving sekitar pertengahan tahun 2010 sejak mengikuti pembelajaran mengenai olahraga baru yaitu hoki bawah air (Underwater Hockey).
Sewaktu mau main hoki bawah air di Senayan, teman saya Paula Florina cerita ke saya mengenai freediving kalau di Bali ada pembelajaran mengenai freediving dari SSI. Lalu saya ajak Flo, yuk kita iseng-iseng menyelam di kolam “cendol” (ukuran kolam 3 M x 20 M, sedalam 1.8 M). Pada awalnya menyelam sejauh 20 Meter, napas saya pas persis habis saat tangan menyentuh tembok dan kemudian tarik napas. Ada seorang freediver “alam” namanya Dio yang bersamaan pula ingin ikut main hoki bawah air. Saya lalu berkenalan dengan Dio bagaimana caranya untuk melakukan penyelaman bebas (freediving). Dan ternyata ada kemajuan lumayan, saat mencoba menyelam jarak 20 M lalu mencoba teknik dan cara yang diberitahukan oleh Dio menghasilkan manfaat.

Lalu berlanjut pada saat buka jejaring social FB, saya di invite oleh Dio untuk gabung komunitasnya freediving dia di Jakarta yaitu Deepblue, dimana latihan selalu diadakan setiap hari Minggu jam 10 pagi di Senayan. Dan berlanjut latihannya dengan ajakan coba latihan di kolam renang simpruk, disana saya coba untuk melakukan static sebanyak 4 kali dan baru mencapai maksimal 2 menit 45 detik. Komunitas freediving Deepblue berkembang, dari sini saya kenal dengan Nino, Dayat, Titis, Tere, Anih, Jason, Satya, Daniel, Lydia, Rama dan banyak sekali freediver lainnya. Di komunitas Deepblue ini banyak sekali intimidasi, dan ancaman terutama kepada Dio sebagai founder Deepblue karena di komunitas ini tidak ada instruktur resmi maupun mentor yang sudah memiliki sertifikat freediving. Lalu teman2 tetap bertekad buat organisasi yang terstruktur dengan penunjukkannya saya sebagai ketua.

Lalu berlanjut dengan ajakan Dio untuk mencoba memperdalam ilmu lagi untuk belajar freediving di Phuket. Dari sinilah saya mencari pelatihan freediving yang ada di Phuket maupun di Bali. Pada awalnya saya tidak mengerti apa itu AIDA dan apa itu SSI untuk freediving. Lalu saya mencoba mengirimkan email ke Sarah (we freedive di Phuket), apakah anda sebagai instruktur freediving bisa datang Jakarta untuk mengajarkan kita. Ternyata oleh mereka disambut baik dan bersedia datang ke Jakarta dengan syarat saya harus mengumpulkan 8 orang yang mau belajar.  Lalu saya coba memberitahukan teman teman yang ikut di komunitas Deepblue, siapa saja yang ingin ikut pelatihan freediving. Ternyata dari komunitas deepblue berhasil mengumpulkan 8 orang, lalu segeralah saya kontak mereka dan diwajibkan bayar uang muka dulu 50% dengan Paypal.



Dari ke 8 orang yang ikut AIDA 2 star pada saat itu adalah :
1.      Arif Junus
2.      Paula Florina
3.      Anih Wijaya
4.      Jason Hakim
5.      Satya Made
6.      Andrew
7.      Daniel
8.      Lydia

Kami ber 8, sangat bersemangat sekali mengikuti kelas pendidikan freediving ini dan mulailah dengan pengaturan jadual kelas, penjemputan instruktur, pencarian akomodasi sampai dengan mencarikan lokasi spot utk open water di laut.

Hari jumat 9 September 2011, pada pagi hari kita pinjem ruangan global dive untuk kelas teori selama 4 jam lebih lalu berlanjut dengan latihan di kolam berupa latihan static apnea dan dynamic apnea, semua peserta pada umumnya masih belum benar dalam teknik gerakan kaki bawah air. Setelah selesai kami pun makan bersama di plaza senayan dan kamipun banyak bertanya hal hal mengenai freediving pada akhirnya kami harus bersiap siap kembali untuk esok hari sabtu berangkat ke pulau pramuka.

Dari kiri ke kanan :
Andrew, Richard, Sarah, Arif, Lydia n Jason
                          
                        Static Apnea
Static Apnea

Lalu ke esokan harinya Sabtu pagi kami pun berangkat ke pulau pramuka dan setibanya di pulau pramuka, kita bersiap siap untuk latihan di laut yaitu duck dive, free immersion, dan constant weight. Selesai pelatihan waktu tiba untuk istirahat dan pada malam harinya kami langsung disodorkan berupa ujian tertulis, bila benar menambah point dan bila salah mengurangi point. Wah bahaya nih, jadi kalau menjawab ujian tertulis saat itu sangat hati hati sekali dan akhirnya saya dan 6 teman lainnya berhasil lulus kecuali Jason. Kami ber 7 sudah santai dan tenang serta boleh istirahat tapi Jason dilanjutkan lagi dengan pengujian ulang secara lisan oleh Richard pada malam harinya.

Tibalah saatnya hari minggu pagi untuk pengujian free immersion dan constant weight untuk bisa mencapai 16 meter. Setelah selesai pengujian free immersion dan constant weight, kami dilanjutkan dengan pengambilan video clip oleh Richard. Diakhir acara pelatihan, kami menunggu hasil ujiannya dan ternyata 6 dinyatakan lulus AIDA 2 Star dan 2 dinyatakan lulus AIDA 1 Star (karena tidak berhasil melewati limit jarak Dynamic Apnea AIDA 2 star).

8 peserta mendapatkan sertifikat AIDA International

Dari sinilah saya mendapatkan pembelajaran mengenai teori freediving yang luar biasa dan puas walaupun harga yang dikeluarkan itu lumayan sangat mahal menurut saya. Mereka sebagai instruktur banyak menceritakan mengenai pengalaman pribadi maupun sebagai juri. Mulai dari yang freediver yang Samba, bleeding maupun blackout, semuanya diceritakan sebab dan akibatnya. Sehingga kami pun bisa memahami secara jelas dan benar dibanding kalau lihat dari youtube, belajar dari internet dan lain lain tidak bisa tahu dengan jelas sebab akibatnya.

Saat saya menjadi ketua pengurus di Deepblue pun merasakan sekali intimidasi dari beberapa orang yang sebenarnya bertujuan baik agar jangan sampai ada korban yang meninggal akibat salah dalam pengajaran di dunia freediving yang masih baru di Indonesia ini. Saya dan teman teman tetap melanjutkannya untuk ikut hadir dalam Pameran Deep n Extreem di Surabaya dimana kehadiran kami disana dibantu oleh Paula Florina sebagai narasumber.

Dan mulailah babak baru pada akhir tahun 2011, Jason melanjutkan pelatihan freedivingnya dengan ikut pelatihan dari AIDA 3 star lalu lanjut ke AIDA 4 star di Phuket bersama we freedive (Richard dan Sarah) sehingga langsung lulus mendapatkan predikat asisten instruktur.

Berhubung founder komunitas deepblue kurang aktif mengikuti kegiatan freediving ini dan selalu kawatir dengan komunitasnya karena intimidasi dari  pihak lain. Maka di awal tahun 2012 saya langsung memutuskan buat komunitas freediving baru di Jakarta dengan nama Let’s Freedive atas usulan Anih.

Kegiatan Let's freedive pertama kali di awal tahun yaitu mengadakan workshop perkenalan mengenai freediving dimana pesertanya mencapai 10 orang ada yang berasal dari semarang maupun jogya. Tujuan diadakan workshop ini adalah agar para freediver pemula sebatas memberikan pemaham teknik gerakan kaki yang benar dan tidak mengajarkan hal filosopi pernapasan dan lain lain karena kapasitas kami belum boleh untuk memberikan pengajaran sehingga hanya diawasi langsung oleh asisten instruktur Jason Hakim. 

Setelah mengikuti pelatihan freediving dengan mengikuti literature AIDA International, kemajuan kegiatan freediving saya semakin maju pesat dan juga semakin percaya diri dalam hal keselamatan jiwa. Static Apnea menjaid 3:29 detik, Dynamic with fin 50M dan Dynamic no fin 50M.

Selanjutnya saya mencoba untuk memfasilitasinya dalam hal kegiatan freediving seperti Let’s Freedive kembali ikut aktif dalam pameran Deep n Extreem ke 2 tahun 2012 di Jakarta, dimana let’s freedive bekerjasama dengan komunitas JUHC (Jakarta Underwater Hockey) untuk sharing tempat. Dalam Pameran ini lumayan dapat sambutan yang baik, dengan kehadiran komunitas freediving lampung X3X dan ada beberapa yang ingin ikut pelatihan freediving untuk batch selanjutnya.

Mike (SSI Instruktur freedive Gili)  n Arif (AIDA jakarta - lets freedive) di deep n extreem 2012 - Jakarta

Teman teman di Let's freedive yang ikut meramaikan di deep n extreem 2012 - Jakarta

Dan setelah pemeran deep n extreem 2012 disinilah pergantian ketua pengurus dari Saya, kemudian ketua kepengurusan yang baru untuk Let’s Freedive dipegang oleh Jason Hakim berhubung dia memiliki level AIDA yang paling tinggi dibanding teman teman yang lain. 

Dan sepertinya mulai tahun 2012 sampai sekarang, mulai tumbuh terus komunitas freediving di Indonesia baik itu komunitas freediving di Lampung, Jogya, Pelabuhan Ratu, Bandung, Manado, Jambi dan mungkin ada komunitas freediving lainnya yang belum muncul.

Note. Video Clip aktifitas saat dynamic apnea dan open water akan di upload menyusul.

Selasa, 08 Januari 2013

PERHATIAN BAGI FREEDIVER PEMULA

BAGI FREEDIVER PEMULA

Freediver pemula adalah seseorang yang ingin mengetahui, ingin mempelajari, mecoba coba, meniru dan mencari pengetahuan sendiri mengenai freediving baik melalui internet, baca buku maupun mendengarkan dari sesama freediver.


Tips untuk freediver pemula :
  1. Cobalah meminta teman sesama freediver untuk mengawasi anda saat ingin melakukan static apnea maupun dynamic apnea.
  2. Pelajari langkah2 static apnea yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
  3. Janganlah mengeluarkan udara dibawah air saat melakukan dynamic apnea maupun static apnea.
  4. Janganlah melakukan hyperventilasi yaitu tarik dan buang napas yang berlebihan, akan tetapi cobalah lakukan tarik dan buang napas seperti mau menenangkan diri.
  5. Bila anda belajar dari youtube, internet maupun buku panduan mengenai freediving, cobalah memahami dengan baik dan benar serta kritis. Ada beberapa tampilan di youtube itu tidak benar dan berlebihan.
  6. Cobalah cari sumber mengenai freediving yang bisa dipertanggungjawabkan.
  7. Belajarlah dari dasar dulu dan jangan bosan seperti duckdive dan gerakkan kaki saat menggunakan fin. (cari di youtube untuk melihat dan mencontoh)
  8. Jangan pelajari yang belum seharusnya anda pelajari seperti lung packing. mouthfill, dll karena anda harus memahami filosopi pernapasan, tubuh dan lain lain.
  9. Biasakan bila ingin melakukan static apnea targetnya adalah santai dan rileks dan pastikan teman anda mengawasi anda dengan serius dan jangan bercanda.
  10. Biasakan bila ingin melakukan dynamic apnea with fin targetnya adalah santai dan rileks, janganlah targetnya harus sampai 50M atau 25M.
  11. Jangan memaksakan diri bila melakukan freediving
  12. Jangan malu bila anda sendiri tidak sanggup melakukan dynamic apnea sampai 50M dibanding teman teman. Pelajari dan perbaiki.
  13. Bertanyalah dengan freediver yang sudah pernah mengikuti pelatihan freediving baik langsung maupun tidak langsung.
  14. Bagi freediver yang belum pernah ikut pelatihan freediving, dan ada teman anda yang menanyakan ke anda mengenai freedive, jawablah sebatas yang anda tahu berikut alasan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh anda.
SELAMAT DATANG DI DUNIA FREEDIVING 

Selasa, 25 Desember 2012

STATIC APNEA

Static Apnea adalah menarik 1 kali tarikan napas lalu tahan dengan posisi badan berada dipermukaan air dan   seluruh badan dalam keadaan relaks serta jangan lupa ada teman yang membantu mengawasi kegiatan static apnea anda.

Tahapan melakukan Static Apnea
1. Cari teman (buddy).
2. Lakukan perencanaan.
3. Evaluasi diri (anda)
4. Review .
5. Siap melakukan Static Apnea


1. Cari Teman (Buddy)
Carilah teman yang menurut anda nyaman pada saat melakukan static apnea. Teman (Buddy) adalah yang mengawasi anda saat melakukan static apnea dan memberikan informasi informasi sangat penting berupa tepukan (tap) ke badan anda yang telah direncanakan sebelum melakukan static apnea.

2. Lakukan Perencanaan.
Perencanaan sebelum melakukan static apnea itu sangat penting dan diperlukan agar perkembangannya bisa dipantau / diawasi dengan baik oleh teman (buddy) ataupun anda sendiri.

Perencanaan apa saja sih yang diperlukan :

  • Tentukan berapa kali anda akan melakukan static apnea termasuk pemanasan static apnea.  (Pada saat saya ambil sertifikasi apnea umumnya dilakukan 8 kali static apnea. Dengan perkembangan yang berlanjut akhirnya, melakukan static apnea normalnya 3 sampai dengan 4 kali termasuk pemanasan). Apa itu Pemanasan Static Apnea ? Pemanasan static diperlukan karena pada umumnya paru2 masih belum siap atau berkembang saat pertama kali melakukan sehingga waktu yang dibutuhkan untuk static apnea tidak lama.
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) untuk menjaga posisi badan anda saat dipermukaan agar kepala anda tetap dekat dengan dinding. 
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) banyaknya anda melakukan static.
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) waktu static apnea pertama contoh : cukup 30 detik dulu (warm up). Setiap orang punya waktu yang berbeda beda, jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan anda saat akan melakukan static apnea pertama kali. 
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) waktu static apena kedua contoh : 1 menit.
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) waktu static apnea yang ketiga adalah maksimal dengan syarat pada waktu 1 menit pertama tolong di tap 1 kali di bahu kanan.
  • Memberitahukan kepada teman (buddy) tolong di tap 1 kali di bahu kiri untuk mengawasi bagi teman (buddy) bahwa anda masih dalam keadaan sadar, anda wajib melakukan respon/sign hand signal (cukup keluarkan jari telunjuk) bahwa anda masih sadar. Bila dalam 2 detik tidak ada respon maka segera lakukan pertolongan
  • Memberitahukan kepada teman (buddy), waktu istirahat anda setiap akan melakukan static apnea saat ini cukup 2 menit.
  • Memberitahukan kepada teman (buddy), tolong perhatikan waktu anda mulai kontraksi (mulai tanda2 keinginan bernapas).
3. Evaluasi Diri (Anda)
  • Periksa pulse nadi anda per menit. (pulse nadi per menit orang sehat/normal kira2 70 sd 80 pulse per menit)
  • Siapkah anda melakukan static apnea.
  • Apakah kondisi badan anda dalam keadaan segar bugar dan tidur cukup.
  • Lakukan peregangan otot dan relaksasi.
4. Review
  • Coba lakukan review kembali perencanaan anda kepada teman (buddy) anda supaya pada saat melakukan static apnea bisa terlaksana dengan baik dan benar.
5. Siap Melakukan Static Apnea


  • Bila sudah siap melakukan static apnea, bernapaslah seperti biasa dan jangan lakukan hyperventilasi. Jadi napas seperti biasa saat anda akan mau tidur.
  • Pastikan teman (buddy) siap untuk melihat waktu.
  • Saat mulai static apnea, turunkan kepala (hadap bawah) secara perlahan lahan, dan tenangkan serta buatlah seluruh tubuh anda relaks. (bila badan mudah tenggelam, masukkan dalam perencanaan untuk jaga badan anda oleh teman (buddy).
  • Saat selesai static apnea yaitu saat ingin bernapas, turunkan kaki perlahan lahan ke pinjakan kaki lalu angkatlah kepala secara perlahan lahan dan tariklah napas yang dalam dan cepat dan buang napas seperlunya. (karena saat ini O2 sangat dibutuhkan).
INGAT !  Lakukanlah Static Apena Anda dengan diawasi oleh Teman Anda (buddy) dan jangan mengeluarkan gelembung udara (bubling) saat melakukan static apnea.


Rabu, 25 Juli 2012

RELAKSASI

Dalam kegiatan freediving sangat erat kaitannya dengan relaksasi, meditasi, yoga dan satu lagi self hypnosis.
Kenapa relaksasi, yoga dan self hypnosis diperlukan karena  kegiatan ini dibutuhkan pada saat freediver melakukan penyelaman dimana freediver dipastikan harus dalam kondisi relaks, tenang dan dapat mengendalikan diri pada saat situasi apapun.

LATIHAN DASAR RENANG

Bagi anda yang ingin mempelajari mengenai freediving hendaknya pelajari terlebih dahulu dasar dasar renang untuk gaya bebas dan gaya dada (katak).
Penguasaan berenang baik gaya bebas maupun gaya dada akan membantu anda dalam kenyamanan melakukan freediving.

Disini akan dibahas bagaimana cara teknik renang yang efektif sehingga tidak banyak membuang tenaga maupun oksigen.

MARI BELAJAR GAYA BEBAS

Yang harus dikuasai terlebih dahulu adalah bagaimana cara gerakan kaki bebas yang efektif dan benar.

Silakan lihat video gerakan kaki bebas


Gerakan kaki bebas untuk berenang sebenarnya berbeda dengan gerakan kaki bebas untuk freediving, akan tetapi dasar utama adalah penguasaan gerakan kaki bebas untuk renang terlebih dulu dan nantinya untuk gerakan kaki bebas untuk freediving hanya penyesuaian kekuatan gerakan kaki, ritme gerakan kaki dan kecepatan gerakan kaki sehingga gerakan menjadi efektif dan indah dilihat.





Selasa, 10 Juli 2012

Pelatihan Dasar Renang untuk Diving dan Freediving

PELATIHAN DASAR RENANG

Bagi yang berminat ingin belajar renang dapat mengikuti pelatihan renang setiap hari Sabtu di kolam renang Senayan. Akan dikenakan biaya pelatihan per jam baik individu maupun group. Yang berminat mohon cantumkan email di kotak komentar di bawah ini.

Metode Pelatihan : 100% Praktek
Isi Materi :
1. Pengenalan dan penyesuaian dengan air bagi yang belum pernah renang
2. Belajar teknik pernapasan untuk renang
3. Belajar Relaksasi dan peregangan otot
4. Belajar meluncur yang benar.
5. Belajar salah satu gaya yang paling disukai dan paling mudah.

Hasil yang dicapai :
1. Minimal dapat menguasai salah satu gaya renang dengan baik sehingga kekawatiran tenggelam akan hilang.
2. Dapat melakukan olah raga renang dengan satu gaya terus menerus sehingga dapat menyehatkan dan menyegarkan badan. Karena olah raga renang adalah salah satu olah raga yang paling digemari.


PELATIHAN DASAR FREEDIVING

Bagi yang berminat dan mencoba ikut pelatihan dasar freediving setiap hari Sabtu/Minggu di kolam renang Senayan. Akan dikenakan biaya pelatihan per jam baik individu maupun group. Yang berminat bisa mencatunkan email di kotak komentar.

Metode Pelatihan : 100% Praktek
Isi Materi :
1. Pengenalan dan penyesuaian dengan air bagi yang belum pernah renang
2. Belajar teknik pernapasan untuk freediving
3. Belajar filosopi pernapasan dan resiko freediving
4. Belajar Relaksasi dan peregangan otot
5. Belajar teknik duck dive, teknik finning yang tepat untuk freediving
6. Belajar static apnea dan dynamic apnea.

Hasil yang dicapai :
1. Dapat menguasai teknik gerakan finning dengan benar dan efektif.
2. Pengehematan pembakaran O2 sehingga lebih hemat dalam menggunakan tabung oksigen bagi para penyelam..


FUN FREEDIVING

Bagi yang ingin coba coba dahulu apa itu freediving maka yang diajarkan adalah gerakan kaki bebas, cara menyelam (duckdive), dan kenyamanan di air serta pengetahuan resiko dalam melakukan freediving

Pelatih                  : mantan perenang + sertifikasi PADI (scuba diving) + sertifikasi AIDA (Freediving)

Rabu, 16 Mei 2012

VIDEO KEGIATAN


JJ berhasil menyelesaikan misi untuk mendapatkan sertifikat AIDA **** (assistant instructor) dengan memperlihatkan kesanggupan melakukan Constant Weight sedalam 32 M.
SELAMAT kepada Jason Hakim yang berhasil mendapatkan sertifikat AIDA ****



Flo berhasil menyelesaikan test Constant Weight kedalaman 24 M untuk mendapatkan sertifikat AIDA *** dan Arie juga berhasil menyelesaikan test Constant Weight kedalaman 16 M untuk mendapatkan sertifikat AIDA **



Bayu Widianto berhasil memperbaiki catatannya static apneanya dari 2 menit menjadi 3 menit setelah mengikuti pelatihan di let's freedive dan ikut sertifikasi AIDA **.. SELAMAT kepada Bayu Widianto dan tetap diperlukan latihan dengan buddy.



Kegiatan lain daripada latihan freediving melulu maka JJ mencoba membuat lipsing dibawah air.. wow quereeen bo .



Let's Freedive bekerja sama dengan SCTV membuat promosi mengenai SCTV Music Awards 2012 (27 April 2012) berupa main band dibawah air.





Selasa, 15 Mei 2012

FOTO-FOTO KEGIATAN

DEEP N EXTREEM 

JAKARTA - 2012


Arif Junus (Let's Freedive)
dan
Mike Board (Freediver Gili)

Member of Let's Freedive
di acara Pameran
Deep n Extreem - Jakarta 2012
Join boot JUHC n Let's Freedive




PELATIHAN FREEDIVING SERTIFIKASI AIDA BATCH#2 APRIL TAHUN 2012


Belajar Teori Freediving AIDA**
dengan instruktur
Richard n Sarah
Makan Malam bersama
Master Freediver
Di Senayan City

Belajar Teori Freediving AIDA***
dengan instruktur
Richard n Sarah

Perjalanan di Pulau Pramuka
menuju ke tempat
Penginapan
Mr. Bart sedang Test Teori AIDA**


Ms. Shinta sedang Test Teori AIDA**
Mr. Bayu sedang Test Teori AIDA**
Mr. Kemal sedang Test Teori AIDA**

Mr. Yadi sedang Test Teori AIDA **

























7 Peserta Pelatihan Freediving AIDA **
2 peserta Pelatihan Freediving AIDA ***
di Pulau Pramuka - 2012


2 Instructor : Richard n Sarah
1 Assistant Instructor : Azam Hamid (right)



Sabtu, 03 Maret 2012

FISIOLOGI PERNAPASAN

Bagi freediver pemula, sebaiknya harus, kudu dan wajib mengetahui fisiologi pernapasan supaya bisa memahami sistem pernapasan, sirkulasi darah dan lainnya.

Fisiologi Pernapasan terdiri dari :
  1. Sistem Pernapasan
  2. Sistem Sirkulasi Darah
  3. Mekanisme Pernapasan
  4. Bagaimana tahu saat bernapas
  5. Bagaimana cara bernapas sebelum dan setelah tahan napas
  6. Hiperventilasi
  7. Latihan pernapasan.

1. SISTEM PERNAPASAN
  1. Sistem pernapasan terdiri dari hidung/mulut, diafragma, paru2 dan saluran napas.
  2. Udara masuk melalui hidung/mulut lalu menuju ke batang tenggorokan, kemudian ke brokus, lalu ke bronkiolus dan menuju ke dalam alveoli
  3. Dari alveoli, gas berubah dan mengambil tempat diantara paru2 dan darah.






2. SISTEM SIRKULASI DARAH
  1. Jantung memompa darah keseluruh tubuh berulang kali dari paru2.
  2. Darah mengantar Oksigen diseputar tubuh.
  3. Oksigen dibawa oleh sel darah merah terikat dengan hemoglobin
  4. Karbondioksida mengalir kembali ke paru2 dibawa oleh plasma darah.




3. MEKANISME PERNAPASAN

Udara masuk kedalam tubuh pada saat tarik pernapasan menghirup oksigen dan keluar dari tubuh pada saat hembus pernapasan disertai keluarnya karbondioksida.
Otot yang termaksud dalam perubahan ini adalah diafragma, sangat membantu otot bagian dalam diantara tulang rusuk dan semua oto disekitar dada.

4. BAGAIMANA TUBUH MENGETAHUI SAAT BERNAPAS

Keinginan bernapas tumbuh saat level CO2 dalam darah meningkat melebihi level tertentu, dan bukan saat O2 level terlalu rendah.
Pasti selalu ada sedikit jumlah CO2 di dalam darah, yang mana tubuh ini berusaha untuk stabil dalam mengatur kekuatan dan frekuensi saat kita bernapas.
Gunakan keinginan untuk bernapas ini sebagai tanda atau alarm, saat ini terjadi pelan-pelan naik ke permukaan.


5. BAGAIMANA CARA BERNAPAS SEBELUM DAN SESUDAH TAHAN NAPAS

Bernapaslah dengan relaks, tenang dan terkendali
Mengeluarkan udara lebih banyak daripada menarik napas.
Tarik napas dalam dan pelan
Pastikan napas terakhir anda selesai.
Hindari Hiperventilasi
Pemulihan napas setelah tahan napas dengan cara tarik napas penuh dengan cepat, dan mengeluarkan napas dengan tenang.

6. HIPERVENTILASI

Hiperventilasi pada freediving bisa terjadi secara sadar ataupun tidak sadar.
Hiperventilasi biasa dilakukan dengan menarik napas yang dalam lalu buang napas sebanyak 3 kali dan tarik napas kembali lalu tahan napas, itu yang bisa dikatakan hiperventilasi. Yaitu membuang sedikit CO2 yang sebetulnya sangat kita butuhkan.
Ini tidak membuat pasokan O2 lebih banyak, melainkan mengurangi tingkat CO2 dalam darah kita.
Ini akan memperlambat keinginan kita untuk bernapas, sampai tingak CO2 naik secara tidak normal.
Ini sebabnya mengapa hiperventilasi itu berbahaya : jika anda tidak memiliki keinginan untuk bernapas, maka anda tidak akan tahu seberapa jauh yang dapat anda capai.

7. LATIHAN PERNAPASAN

Bila capai maka perlambat ritme pernapasan
Tarik dan keluarkan udara melalui mulut.
Tarik dengan beberapa hitungan dan keluarkan napas 2 kali hitungan dari saat tarik napas.
Rasakan detak jantung anda melambat.
Dan ritme pernapasan menjadi lambat.

Minggu, 29 Januari 2012

COMPENSATION / EQUALISASI - Teknik Frenzel

1. FISIOLOGI EQUALISASI







  • Bagian yang mengarah ke paru paru disebut Trakea (Trachea) tersebut. Hal ini dapat dibuka atau ditutup oleh epiglotis.
  • Bagian yang mengarah ke perut disebut kerongkongan (Esophagus) ini. Hal ini dapat dibuka atau ditutup tetapi selalu tertutup kecuali selama tindakan menelan.
  • Air yang mengalir ke dalam atau ke luar paru paru dapat diarahkan oleh langit-langit lunak (soft palate). Jika langit langit lunak dalam posisi NETRAL (seperti yang ditunjukkan di atas), maka udara bebas mengalir melalui kedua hidung dan mulut.
  • Jika langit-langit lunak dinaikkan, rongga hidung (Nasal Cavity) tertutup, dan udara dapat mengalir hanya melalui mulut
  • Jika langit-langit lunak diturunkan, rongga mulut tertutup, dan udara dapat mengalir hanya melalui hidung.
  • Buka pada celah eustachio (eustachian tube) yang berada di rongga hidung. Kunci untuk equalisasi telinga adalah paksa kuat udara masuk ke dalam celah eustachio.

TEKNIK FRENZEL


Lidah bertindak sebagai piston, dengan menyodorkan lidah belakang dan atas, seluruh volume tenggorokan udara dihilangkan. Udara haurs keluar ke suatu tempat. Udara akan mencoba masuk ke paru-paru, tetapi epiglotis dalam posisi tertutup. Udara akan mencoba masuk ke perut tapi kerongkongan (esophagus) tertutup. Udara akan mencoba keluar melalui hidung, tetapi hidung dipencet oleh jari. Satu-satunya tempat untuk keluar adalah celas eustachius. Tekanan udara dipaksa masuk ke dalam celah eustachio hanya dibatasi oleh kekuatan lidah. Lidah sebaiknya sangat kuat. Lidah dapat memberikan teakana udara yang cukup unutk pecah gendang telinga.

Untuk melakukan teknik Frenzel :
  1. Jepit Hidung.
  2. Isi mulut anda dengan sedikit udara.
  3. Tutup epiglotis
  4. Pindahkan langit-langit lunak ke posisi netral.
  5. Gunakan lidah sebagai piston dan udara mendorong menuju bagian belakang tenggorokan anda.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak tahu bagaimana mengontrol epiglotis atau langit-langit lunak dan yang paling orang tidak tahu bagaimana menggunakan lidah sebagai piston. Tujuan dari dokumen ini adalah untuk menggambarkan langkah demi langkah prosedur untuk mempelajari setiap langkah-langkah di atas.

Langkah langkah individu yang harus dipelajari dapat dibagai sebagai berikut :

1. Belajar mengisi mulut dengan udara.
2. Belajar mengendalikan epiglotis.
3. Belajar mengendalikan langit-langit lunak.
4. Belajar menerapkan "blok lidah"
5. Belajar menggunakan lidah sebagai piston.
6. Belajar mengendalikan langit-langit epiglotis dan lembut secara independen
7. Gabungkan keseluruhan bersama sama.
8. Mengujinya di dalam air.


LANGKAH 1. BELAJAR MENGISI MULUT DENGAN UDARA.

Isi pipi sampai seperti balon, dan tahan udara disana selama beberapa detik.
Lalu, dengan menggunakan pipi anda, tekan kembali udara ke dalam paru paru.
Ulangi beberapa kali, sampai anda bisa melakukannya.
Untuk melakukan 'mengisi pipi lengkap', mengisi pipi sampai merasa meledak.
Untuk melakukan 'mengisi pipi moderat' mengisi pipi sampai hanya mulai mengembang.
Ketika saya mengatakan "isi mulut anda dengan sedikit udara", maka lakukan "pipi mengisi moderat"


LANGKAH 2 : BELAJAR MENGENDALIKAN EPIGLOTTIS

Ada banyak cara untuk belajar untuk mengontrol epiglottis. Praktek latihan individu untuk memastikan bahwa anda memiliki kontrol yang sempurna atas otot-otot yang mengontrol.

Metode 1 : Berkumur Dengan Air
  1. Simpan air di mulut
  2. Dongakkan kepala ke atas, tapi jangan biarkan air mengalir ke dalam tenggorokan anda dan jangan menelan air.
  3. Bila air tidak masuk ke tenggorokan berarti epiglotis berhasil tertutup.
Metode 2 : Buang Napas dan Menghentikan Udara
  1. Buka mulut anda dan tetap terbuka lebar
  2. Hembuskan napas tetapi jangan sedikit udara apapun untuk keluar.
  3. Dengan kata lain, "tutup tenggorokan" dan menghembuskan napas terhadap tenggorokan tertutup.
  4. Tidak ada udara keluar karena anda telah menutup epiglotis.

Metode 3 : Menghirup Udara dan Menghentikan
  1. Buka mulut anda dan tetap terbuka lebar.
  2. Tarik napas tetapi tidak boleh udara apapun untuk masuk ke paru-paru.
  3. Dengan kata lain. "tutup tenggorokan" dan tarik napas terhadap tenggorokan tertutup.
  4. Tidak ada udara memasuki paru-paru anda karena anda telah menutup epiglotis
Metode 4 : Epiglotis Musik
  1. Seperti Metode 2, menghembuskan napas dengan tenggorokan yang tertutup. lanjutkan untuk coba menerapkan tekanan.
  2. Sekarang, hanya sekejap biarkan udara melalui, kemudian berhenti lagi. Ini seperti terdengar suara tersedak lucu.
  3. Biarkan udara keluar, menghentikannya, membiarkan udara keluar, menghentikannya lagi dan lagi secepat mungkin.
  4. Otot anda mengendalikan adalah epiglotis.
Metode 5 : Epiglotis Musik Saat Menghirup
  1. Seperti dalam metode 4 tapi menghirup, udara berhenti, biarkan itu berlalu, menghentikanya, biarkan itu berlalu.
  2. Terus berlatih metode 4 & 5 sampai anda telah menguasai epiglotis.

LANGKAH 3 : BELAJAR MENGENDALIKAN LANGIT-LANGIT LUNAK
  1. Tutup mulut anda.
  2. Tarik napas melalui hidung
  3. Buang napas melalui hidung
  4. Tarik napas melalui hidung
  5. Buka mulut anda
  6. Buang napas melalui hidung TIDAK ADA UDARA yang keluar dari mulut.
  7. Tarik napas melalui hidung TIDAK ADA UDARA mengalir ke dalam mulut.
  8. Tetap bernafas melalui hidung saja, sedangkan menjaga mulut anda terbuka.
  9. Sekarang, bernapas hanya melalui mulut anda, tanpa udara mengalir melalui hidung.
  10. Setelah anda yakin anda dapat bernapas baik melalui hidung atau mulut (menjaga mulut terbuka), lanjutkan ke langkah berikutnya.
  11. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung.
  12. Buka mulut anda lebar-lebar dan tetap terbuka lebar.
  13. Mulailah menghembuskan napas sedikit hanya melalui mulut anda.
  14. Tetap menghembuskan napas, menjaga mulut anda terbuka lebar tapi buang napas hanya melalui hidung.
  15. Tetap menghembuskan napas, sekarang tukar hanya melalui mulut anda.
  16. Tetap menghebuskan napas perlahan, lakukan bolak-balik antara hidung dan mulut secepat mungkin.
  17. Cobalah hal yang sama ketika menghirup-menjaga mulut terbuka lebar, beralih cepat antar menghirup melalui mulut dan hidung.
  18. Ketika anda beralih kembali dan sebagainya, anda akan merasakan sesuatu yang lembut dan berdaging dibagian belakang atas anda tenggorokan bergerak. itu adalah langit-langit lunak. Anda menaikkan langit-langit lunak untuk bernapas melalui mulut. Lalu anda menurunkan langit-langit lunak untuk bernapas hanya melalui hidung.
  19. Terus mengulangi latihan diatas sampai anda bisa terbiasa menaikkan atau menurunkan langit-langit lunak.
  20. Ketika anda menghembuskan napas melalui mulut dan hidung, langit-langit lunak anda berada di netral posisi (atas maupun ke bawah).
LANGKAH 4 : BELAJAR UNTUK MENERAPKAN BLOK LIDAH

Sekarang anda harus belajar untuk menghentikan aliran udara dengan lidah anda
  1. Mulailah menghembuskan napas melalui mulut anda.
  2. Hentikan aliran udara dengan menutup mulut anda (pipi harus terisi sebentar)
  3. Tarik napas lagi, dan mulai menghembuskan napas.
  4. Hentikan aliran udara dengan menutup epiglotis.
  5. Jadi , anda sudah tahu ada dua cara untuk mencegah udara mengalir keluar dari mulut, anda dapat menutup epiglotis atau anda hanya bisa menutup mulut anda.
  6. Sekarang anda harus belajar cara ketiga untuk menghentikan udara mengalir keluar dari mulut anda.
  7. Tarik napas, buang napas perlahan-lahan dan melalui mulut anda, sambil mangatakan 'th' suku kata seperti pada kata "teater".
  8. Sekarang, menjaga lidah anda dalam posisi itu, menyentuh ujung lidah anda ke langit-langit mulut anda, tepat dibelakan gigi depan anda.
  9. Cobalah untuk menghentikan udara mengalir melewati lidah anda, dengan membuat segel dengan lidah anda. Ujung lidah anda menyentuh langit-langit mulut di belakang gigi depan anda, sisi lidah anda menyentuh langit-langit mulut anda hanya di geraham.
  10. Terus mengulangi langkah di atas sampai anda dapat menghentikan udara mengalir keluar dari mulut anda dengan menggunakan lidah anda.
  11. Pastikan anda tidak curang dengan menutup epiglotis atau menutup mulut anda. bibir anda harus tetap buka, dan rahang anda akan hampir tertutup- itu bisa dilakukan dengan rahang benar-benar tertutup atau hanya ditutup cukup sehingga gigi depan anda (atas dan bawah) saling bersentuhan.
  12. Setelah anda telah menguasai menghentikan udara dengan lidah anda, ingat apa yang anda lakukan dengan lidah ingat posisi lidah yang disebut "blok lidah"
LANGKAH 5 : BELAJAR UNTUK MENGGUNAKAN LIDAH SEBAGAI PISTON
  1. Cari snorkel
  2. pasang snorkeling dimulut anda
  3. Jepit ujung hidung anda
  4. Anda tidak dapat menutup mulut anda itu tidak akan berhasil anda harus menggunakan lidah anda.
  5. Dengan kata lain, menghisap udara melalui snorkel, kemudian menerapkan "blok lidah" kemudian mangangkat lidah anda mundur, untuk mendorong udara kembali ke tenggorokan dan paru-paru.
  6. Ketika melakukan hal ini, sisi lidah anda menyentuh gusi anda di atap mulut anda, dengan geraham anda. Ujung lidah anda menyentuh langit-langit mulut anda. Setelah anda membuat sebuah "segel" dengan lidah anda semua gigi berada sekitar 'ruang udara' dan semua udara di belakang lidah akan berada di "ujung ruang udara belakang" Ketika lidah anda dalam posisi ini, tidak mungkin untuk menghembuskan napas, lidah akan blok udara.
  7. Sekarang anda telah menguasai "menggunakan lidah sebagai piston" bagaimana untuk mendorong udara ke dalam paru paru anda menggunakan lidah anda.
LANGKAH 6 : BELAJAR UNTUK MENGONTROL LANGIT LANGIT EPIGLOTIS DAN LEMBUT INDEPENDEN.

Sayangnya epiglotis dan langit-langit lunak menyatu. Maksdunya sulit untuk menggerakan satu alis dan bukan 2 alis. Jika anda dapat memindahkan saatu alis dan bukan 2 alis, maka anda telah berhasil 'uncoupled' dua otot. Anda dapat mengontrol dua otot independen. Pada epiglotis dan langit-langit lunak yang menyatu. Ketika anda epiglotis menutup, anda hampir pasti meningkatkan langit-langit lunak anda (dengan demikian mencegah aliran udara melalui hidung) Ini adalah masalah . Untuk melakukan teknik frenzel, anda haurs belajar untuk menutup epiglotis sementara menjaga langit-langit lunak dalam posisi netral. Ini bisa sangat sulit dan memakan waktu untuk belajar dan sering bagian paling sulit dari seluruh teknik.
  1. Tempatkan jari telunjuk dan ibu jari dibawah lubang hidung anda, sehingga hidung anda tertutup.
  2. Ini harus mungkin untuk menghembuskan napas melalui hidung-hidung.
  3. Isi pipi sepenuhnya, sampai merasa meledak.
  4. Tutup epiglotis.
  5. Cobalah untuk menekan pipi anda dan memaksa udara keluar dari hidung anda.
  6. Anda harus merasakan udara melewati jari telunjuk dan ibu jari dan lubang hidung .
  7. Jika udara habis, udara kembali ke paru-paru anda dan epigltois tidak harus ditutup.
  8. Jika udara tidak akan pergi kemana-mana dan hanya jammed, itu berarti langit-langit lunak anda dinaikkan yang menghalangi jalan hidun anda. Mengulangi latihan langit-langit lunak untuk mendapatkan perasaan otot.
  9. Ulangi langkah diatas lagi, berkonsentrasi pada langit-langit tetap lembut lunak di netral posisi. Satu satunya cara anda dapat menekan pipi anda dan memaksa udara keluar dari hidung anda adalah jika langit-langit lunak dalam posisi netral.
  10. Jika anda masih tidak dapat menguasai latihan diatas coba berikut ini
  11. sekali lagi jepit hidung dengan lembut
  12. hembuskan napas 90% udara anda keluar mulut anda
  13. tutup mulut anda dan menghembuskan napas 10% terakhir dari udara anda ke pipi anda mengisi mereka samai terasa mau meledak.
  14. tutup epiglotis
  15. sekarang paru paru anda harus benar beanr ksosong dan pipi anda harus penuh, udara harus terjebak dalam mulut anda karena epiglotis tertutup
  16. sekarang tarik napas terhadap tenggorokan tertutup anda tentu saja udara tidak akan terburu-buru ke paru-paru anda, karena epiglotis tertutp. sebaliknya anda membuat vakum tidak nyaman di paru-paru anda.
  17. Menjaga vakum paru paru., sekarang mencoba menekan pipi anda dan memaksa udara di pipi anda keluar dari hidung anda. berkonsentrasi pada langit langit lunak. bersantai itu tetap dalam posisi netral. jika anda berhasil udara akan datang bergegas keluar dari hidung anda . jangan biarkan udara ke dalam paru paru.
  18. Terus berlatih latihan diatas sampai anda dapat mengisi pipi anda tutup epiglotis terasa pipi anda dan memaksa udara keluar dari hidung anda. Ketika anda melakukan itu, epiglotis tertutup dan langit langit lunak berada dalam posisi netral itu adalah keadaan otot yang anda harus ingat.
LANGKAH 7 : GABUNGKAN SELURUHNYA BERSAMA-SAMA
  1. Plug hidung anda.
  2. Isi udara dipipi anda sedikit
  3. tutup epiglotis dan menjaga langit-langit lunak dalam posisi netral, karena anda baru belajar.
  4. Terapkan blok lidah, dan angkat udara ke bagian belakang tenggorokan anda seolah-olah kemasan melalui snorkeling. Udara tidak bisa masuk ke paru-paru, tetapi sebaliknya, itu akan mengalir ke bagian hidung tapi karena hidung anda tersumbat, udara akan dipaksa ke dalam tube eustachius yang membuat telinga anda "pops"
  5. Setelah telinga anda "pops", anda dapat melanjutkan untuk menerapkan tekanan dengan lidah, gendang telinga luar membengkok. bahkan anda harus merasa seolah olah anda bisa memecahkan gendang telinga anda sendiri (luar), jika anda menerapkan tekanan yang cukup kuat dengan lidah anda (tentu saja jangan mencobanya) . Terus berlatih teknik frenzel di darat sampai anda dapat pop telinga anda langsung dengan cara menghubungknya anda hidung dan pop.
LANGKAH 8 : UJI DALAM AIR
  1. Pergi ke kolam renang yang dalamnya 10 M
  2. Turun ke 10-12 M terbalik tanpa equalisasi. Telinga harus terasa sakit sedikit.
  3. Sekarang, pasang hidung dan equalisasi anda harus dapat pop telinga anda secara cepat.
  4. Lanjutkan menerapkan tekanan dengan lidah anda sampai anda merasa telinga anda peregangan luar.
  5. Coblah lakukan hal yang sama di laut.